
Jakarta, Gatra.com – Indonesia mendapat kepercayaan menyelenggarakan even internasional seperti konser musik, pertunjukan seni, film, festival budaya, MICE, dan pariwisata. Ini artinya di belahan dunia sana sudah percaya kepada Indonesia, nah tugas kita sebagai perusahaan e-commerce yang misinya untuk pemerataan ekonomi dan membangun Indonesia bagaimana melayani pelanggan dengan baik.
Tak dapat dipungkiri Indonesia merupakan pasar potensial bagi negara lain dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Tak heran Indonesia menjadi salah satu target pangsa pasar di dunia hiburan.
Hal ini diungkapkan oleh Noer Adham Satria, CX Senior Lead Tokopedia, dalam diskusi bertajuk “Do Payment & Customer Experience Innovations Reshaping The Entertainment Industry?” di Universitas Bina Nusantara, Kampus Anggrek, Kebun Jeruk, Jakarta barat, Kamis (28/2).
Hadir juga sebagai pembicara Devi Junita, Bussiness Development Manager OVO, dan Andhika Soetalaksana, VP Sales dan Partnership KiosTix.
Tren inovasi teknologi digital dan booming generasi milenial yang menjadi penyebab pertumbuhan ini. Melihat data Badan Ekonomi Kreatif (BEK) dalam laporan OPUS Outlook 2019, mengatakan pada 2016 kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional tercatat mencapai 7,44% dan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Guna lebih meningkatkan literasi kepada generasi milenial tentang perkembangan industri kreatif dan hiburan yang kian berkembang, KiosTix -perusahaan manajemen tiket dan pertunjukan di Indonesia, menggelar rangkaian road show bertajuk Ruang Diskusi ke kalangan profesional, praktisi industri, komunitas, kampus, dan masyarakat umum di Jakarta.
“Industri hiburan akan terus bertumbuh seiring dengan kemajuan dan kemudahan teknologi melalui inovasi teknologi digital. Bagi generasi milenial, sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk nonton konser atau mengikuti event olahraga di setiap akhir pekannya. Trend seperti itu akan terus tumbuh. Kami berbagi pengalaman tentang ini,” ujar Andhika Soetalaksana.
Sementara, Devi Junita mengatakan, masyarakat memang unik dalam menawarkan barang. Jika barang yang dijual tidak ada promo atau diskon, maka tidak akan disentuh pembeli. Biarpun bagus bahasanya dalam menawarkan tapi kalau tidak ada dsikon akan sangat susah terjual.
“Mengubah perilaku orang kita mesti memakai jurus diskon, baru mereka akan mencoba. Akhirnya kita kerjasama dengan pihak penyelenggara dengan memberi promo,” ujar Devi.
Andhika menambahkan, dunia hiburan tidak akan pernah mati, dan terus diminati masyarakat. Industrinya akan terus berkembang. Bagaimana membantu dan mempermudah orang yang akan membeli tiket hiburan secara online.
Arief Prasetyo
https://www.gatra.com/rubrik/ekonomi/394965-Pelaku-E-commerce-Kenalkan-Industri-Kreatif-di-Kalangan-KampusBagikan Berita Ini
0 Response to "Pelaku E-commerce Kenalkan Industri Kreatif di Kalangan Kampus - Gatra"
Post a Comment