Semarang, Beritasatu.com- Membekali generasi muda atau mahasiswa dari ancaman infiltrasi radikalisme dan terorisme bukanlah hal yang mudah.
Selain sebagai salah satu target utama kelompok radikal, kalangan terdidik muda seperti pelajar dan mahasiswa memiliki kerentanan untuk dipengaruhi. Organisasi mahasiswa (Ormawa) menjadi wadah yang tepat untuk menjadi mediator bagi anggotanya.
“Ormawa adalah organisasi yang merepresentasikan semua fakultas yang ada di kampus. Yang dipilih kan bukan orang sembarangan. Artinya orang yang diakui yang bisa memimpin atau menjadi mediator dari teman temannya,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, saat memberikan pembekalan bahaya radikalisme dan terorisme kepada 600 Ormawa di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/2/2019).
Dengan demikian, kata Suhardi Alius, Ormawa merupakan agen terbaik dalam mengampanyekan pesan damai di kampus. Pasalnya mereka adalah perwakilan dari masing-masing fakultas. Mereka bisa menjembatani informasi kepada anggotanya.
“Enam ratus orang ini bisa menyampaikan isu kebangsaan yang harus kita jaga dan kita rawat yang sekarang sudah tereduksi. Era digitalisasi sekarang ini kan sangat luar biasa, nilai-nilai kebangsaan mulai tereduksi, sehingga harus kita bangkitkan kembali,” imbuh Suhardi Alius dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Beritasatu.com.
Kepala BNPT juga mengupas masalah radikalisme dan bagaimana mengidentifikasi, serta mencegah agar tidak terpapar. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa adalah masa depan Indonesia yang harus dijaga sehingga harus terbebas dari paham negatif.
Suhardi Alius, yang merupakan mantan sekretaris utama Lemhanas ini menjelaskan, ada empat tahapan seseorang menjadi radikal. Pertama praradikalisasi yaitu proses awal radikalisasi individu sebelum menjadi garis keras. Kemudian identifikasi diri yaitu individu mulai dimasuki ideologi radikal. Selanjutnya, indoktrinasi yaitu mulai meyakini bahwa tindakan jihad dibenarkan untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut. Dan terakhir, jihadisasi yaitu seorang individu memasuki eksekutor teror.
Dalam akhir paparannya, Suhardi Alius menegaskan pentingnya peran rektor, dekan serta para dosen mendidik generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi calon pemimpin masa depan.
https://www.beritasatu.com/hankam/539170-ormawa-agen-terbaik-kampanyekan-pesan-damai-di-kampus.htmlBagikan Berita Ini
0 Response to "Ormawa, Agen Terbaik Kampanyekan Pesan Damai di Kampus - BeritaSatu"
Post a Comment