SUMBER, (PR).- ITB (Institut Teknologi Bandung) berencana membangun kampus baru senilai Rp 5 triliun berlokasi di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kampus baru tersebut didesain untuk bisa menampung penambahan mahasiswa hingga seabad ke depan.
“Kampus ITB Cirebon didesain untuk bisa menampung penambahan mahasiswa hingga seratus tahun ke depan. Pembangunan kampus baru ini untuk mengantisipasi kampus induk di Jalan Ganeca Bandung yang menjelang usia seabadnya pada 2020 mendatang sudah mengalami kejenuhan,” tutur Direktur Pengembangan ITB Sigit Darmawan, Jumat 2 November 2018.
Sebelumnya, Sigit Darmawan mengemukakan gambaran teknis dari konstruksi kampus senilai Rp 5 miliar lebih pada acara Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kampus ITB Cirebon, Kamis 1 November 2018.
Hadir pada acara tersebut, Rektor ITB Kadarsyah Suryadi, staf ahli Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Hari Purwanto, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Insfrartuktur Kementrian KeuanganFreddy R Saragih, dan wakil dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta wakil direksi PT Pembiayaan Infrastruktur Indonesia (PII).
ITB Cirebon dibangun melalui skema pembiayaan swasta yang dijamin pemerintah melalui PT PII selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan pola Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Sesuai jadwal, mega proyek kampus teknik tertua di Indonesia itu akan mulai dibangun awal tahun 2020 dan berlokasi di Desa Geyongan dan Kebonturi, Arjawinangun.
Lokasi dan desain
Terletak di jalur utama pantai utara (pantura) Jakarta-Indramayu-Palimanan-Cirebon, kampus ITB Cirebon akan berdiri di atas tanah seluas 30 hektare.
Lokasinya sudah memperhitungkan aspek strategis secara geografis karena mudah diakses via jalan tol Cikampek-Palimanan. Juga mudah diakses dengan menggunakan moda transportasi seperti kereta api maupun udara melalui Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka.
Konstruksi fisik dan gaya arsitektur kampus ITB Cirebon, seperti dijelaskan Sigit Darmawan, akan memperhitungkan aspek lokalitas.
Sesuai perencanaan, di depan kampus yang megah itu, pintu gerbang utama akan berbentuk Candi Bentar yang terdapat pada Keraton Kasepuhan Cirebon, dipadukan dengan pagar khas berupa tumpukan bata merah.
“Kami memperhitungkan aspek lokalitas. Konstruksi kampus ITB ini akan mempertemukan perspektif masa lalu, kekinian, dan masa depan,” tutur Sigit Darmawan.
Riset mendalam
Sementara itu, Rektor ITB Kadarsyah menjelaskan, pemilihan tempat di Cirebon untuk perluasan kampus ITB sudah melalui penelitian mendalam. Cirebon merupakan daerah yang memilki nilai strategis secara geografis, social, maupun ekonomi.
“Keberadaan kampus ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan, baik Cirebon maupun wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Di mana-mana, bila berdiri sebuah kampus, apalagi setingkat ITB, akan merangsang pertumbuhan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” tutur dia.
Sebelumnya, ujar Kadarsyah, ITB sebenarnya juga sudah membuka tiga program studi di Watubelah, Sumber, Kabupaten Cirebon dengan kampus induk yang berada di Jatinangor, Sumedang.
Program studi itu di antaranya Seni Rupa Kriya, Perencanaan Wilayah Kota, dan Teknik Industri. Nantinya, setelah pembangunan tahap awal selesai tahun 2020, perkuliahan ketiga program studi itu akan menjadi yang pertama menempati kampus baru di Arjawinangun.
“Kini ITB juga sedang merintis penyediaan laboratorium ikan hasil kerjasama dengan Kementrian Perikanan dan Kelautan Indonesia dan Korea Selatan,” tuturnya.(Agung Nugroho)***
http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/11/02/itb-akan-bangun-kampus-di-cirebon-dengan-visi-seabad-432607Bagikan Berita Ini
0 Response to "ITB Akan Bangun Kampus di Cirebon dengan Visi Seabad"
Post a Comment