Search

Uniga Tunggu Tawaran Pemerintah Jadi Kampus Negeri

Liputan6.com, Garut Universitas Garut (Uniga), Garut, Jawa Barat, menunggu tawaran resmi dari pemerintah pusat, untuk mengubah status kampus menjadi kampus negeri di Garut

"Intinya dari kami siap, tergantung kebijakan pemerintah apakah mereka menawarkan, posisi kita tidak menawarkan diri," ujar Rektor Uniga Abdusy Syakur Amin, seusai sidang terbuka wisuda lulusannya, Sabtu, (5/5/2018).

Sejak berdiri 1976 silam, lembaganya telah berubah total. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai 6.000 mahasiswa, dengan dukungan 8 Fakultas serta 22 program studi.

"Total lulusan kami hingga wisuda hari ini sudah mencapai 18.500 orang," ujar dia.

Sementara total dosen tetap kampus mencapai 203 orang, serta ratusan dosen tambahan yang tersebar di tiga lokasi kampus yakni Hampor, Simpang Lima dan Kampung Jati.

"Sangat dimungkinkam jika kami dinegerikan, tapi sekali tergantung tawaran pemerintah," ungkap dia.

Tak mengherankan dengan komposisi seperti itu, peran Uniga dalam roda pembangunan masyarakat Garut saat kini cukup besar. "Hampir di semua lini pemerintahan Garut, ada lulusan kami," kata dia.

Namun urusan perubahan status menjadi kampus negeri tersebut lanjut ketua KONI Garut itu, bukanlah perkara mudah, selain penyediaan lahan kampus minimal 60 hektar sebagai syarat kampus negeri.

Perubahan itu juga bakal merembet pada status dan jenjang karir dosen yang ada selama ini. "Nanti kami bakal dikemanakan, sebab semuanya bakal diurus pemerintah," ungkap dia, menyampaikan kekhawatirannya jika satus lembaganya menjadi kampus negeri.

Ia mencontohkan perubahan kampus Universitas Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya menjadi negeri, langsung memakan banyak korban dosen senior yang selama ini telah membesarkan lembaga.

"Sekarang mereka membuka Universitas Perjuangan Siliwangi, mengawali lagi dari nol," kata dia.

Syakur mengakui, jika pada saatnya nanti lembaganya berubah menjadi negeri, maka bakal lebih banyak bantuan pendidikan masuk ke kampus, salah satunya subsidi mahasiswa yang ditanggung negara.

"Kampus negeri kan subsidinya Rp 20 juta per mahasiswa, kalikan saja 6000 (mahasiswa) saat ini, total Rp 120 miliar akan masuk," kata dia.

Eka Lestari, salah satu lulusan Farmasi, Uniga asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengakui kualitas pendidikan yang diberikan kampus hijau Garut itu selama ini. Menurutnya, kampus yang didirikan Prof Anwar Musaddad tersebut, sudah layak menjadi kampus negeri, bertaraf nasional.

"Kebetulan untuk farmasi uniga juga sudah grade B kata dia," kata dia.

Saat ini, total mahasiswa Kalimantan yang belajar di Uniga mencapai 60 orang. Angka itu bahkan diprediksi bakal terus bertambah, seiring naiknya pamor Uniga di tanah mereka.

"Rekan kami juga tertarik untuk datang ke sini," ujar dia.

Dengan semakin banyaknya lulusan, dan bertambahnya program studi yang ditawarkan, salah satu karyawan sebuah perusahaan swasta tersebut berharap, kampus atlet dari Jabar Selatan ini, bisa segera menjadi negeri.

"Fasilitas kampusnya juga baik, dan suasana belajarnya enak, dosennya ramah-ramah layaknya orang sunda," puji lulusan program akselerasi jurusan farmasi tersebut.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/regional/read/3503880/uniga-tunggu-tawaran-pemerintah-jadi-kampus-negeri

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Uniga Tunggu Tawaran Pemerintah Jadi Kampus Negeri"

Post a Comment

Powered by Blogger.